Belajar dari Lalat dan Lebah

Lalat

Pernahkah kita memperhatikan lalat?

Lalat biasanya :

Mencari sesuatu yang kotor.
Hinggap di sesuatu yang kotor.
Mengkonsumsi sesuatu yang kotor.
Dan..
Meninggalkan sesuatu yang kotor (penyakit).
Walaupun lalat ditempatkan di tempat yang bersih (baik) sekalipun, tetap saja instingnya mencari sesuatu yang kotor dan meninggalkan penyakit.

Tak jarang, Minuman yang baru kita sruput di hinggapi lalat beserta pasukannya, terkadang malah terjun bebas berenang di dalam minuman kita.
Tak urung kitapun jadi jijik untuk meminum kembali minuman yang baru kita sruput. Walaupun dalam islam di ajarkan bagaimana menyikapi bila minuman kita dijadikan kolam renang oleh lalat. Tetap saja kita menjadi bad mood untuk menghabiskan minuman kita.

Intinya lalat mencari sesuatu yang kotor (negatif) dan selalu meninggalkan penyakit (negatif).

..

Manusia juga ada yang memiliki sifat seperti lalat, walaupun tidak secara keseluruhan. Namun memiliki ciri yang sama, yaitu :

Selalu melihat kejelekan orang lain, sebaik apapun orang lain itu.
Selalu melihat kekurangan orang lain, sebijak apapun orang lain itu.
Lalu …

Akan jadi bahan pembicaraannya.
Akan mengajak orang lain untuk mendukung omongannya tentunya dengan bumbu yang sedap.

Kalau lalat menyebarkan penyakit. Maka manusia jenis ini akan menyebarkan kebencian.

Renungkan ini

Ketika seorang guru, memberikan materi ulangan 10 soal.

Setelah di koreksi :

Yang benar 9
Yang salah 1
Kira-kira apa yang anda lihat?

Hasil 9? atau..
Kesalahannya yang ada 1?
Saya yakin anda akan melihat nilai 9 itu dan memaklumi kesalahannya yang 1.

Lantas..

Bagaimana bila itu adalah sikap atau perkataan orang lain?

9 adalah kebenarannya
1 adalah kesalahannya
Tentu disini yang berperan yakni hati dan pikiran kita bukan?

Kalau hati dan pikiran kita sempit, yang kita lihat adalah mempersoalkan 1 kesalahannya dan melupakan 9 hal yang benar. Kita sibuk membicarakan kesalahannya dengan orang lain.
Kalau hati dan pikiran kita luas, tentu kita memaklumi 1 kesalahannya, tertutupi dengan 9 hal yang benar. Karena kita sadar, kita juga tentu pernah melakukan kesalahan. Bukankah manusia tidak luput dari khilaf. Andaipun kita ingin mengoreksi, maka kita mengoreksi menunjukkan hal yang salah dengan yang benar, tanpa harus membuat orang itu malu atau tersinggung.
Membicarakan keburukan, kesalahan dan kejelekan orang lain tidak melulu dilingkungan tempat tinggal. Sesuai jamannya pun beralih ke sosmed. Fb Wa Ig Line, Telegram bahkan YouTube sekalipun. Di jadikan sarana mengumbar aib orang lain.

Ada hal yang tidak kita sadari :

Saat kita membicarakan keburukan/aib orang lain apalagi menuliskannya. Setelah kita tiada (meninggal) lalu tulisan kita masih di baca orang lain, hingga akhir zaman. Kira-kira kita dapat apa dari tulisan kita itu?

Yang lebih parah banyak media yang CARI MAKANnya dari hasil mencari kesalahan orang lain “bad news good news”

Lebah

Pernahkah kita memperhatikan lebah?

Lebah biasanya :

Mencari sesuatu yang baik (madu).
Hinggap di sesuatu yang baik.
Mengkonsumsi sesuatu yang baik.
Dan..
Meninggalkan sesuatu yang baik (madu).
Walaupun lebah berada di tempat yang kotor (sampah) sekalipun, tetap saja instingnya mencari sesuatu yang baik dan meninggalkan kebaikan.

Manusia juga ada yang memiliki sifat seperti lebah, walaupun tidak secara keseluruhan. Namun memiliki ciri yang sama, yaitu :

Selalu melihat kebaikan orang lain, seburuk apapun sikap dan perbuatan orang lain itu.
Selalu melihat kelebihan orang lain, bagaimanapun kondisi orang lain itu.
Kalau lebah meninggalkan hal baik (madu). Maka manusia jenis ini akan menyebarkan kebaikan .

Orang tipe lebah, akan menjauh bila ada yang membicarakan keburukan, kesalahan, dan perbuatan orang lain. Kalau di sosmed dia akan skip (hanya buang waktu) dan berusaha mencari hal-hal baik, bukan malah meng-iyakan dan ikutan komen negatif.

Ada juga hal yang tidak kita sadari salah satu sifat lebah.

Saat kita menuliskannya (berbagi) pengetahuan. Setelah kita tiada (meninggal) lalu tulisan kita masih di baca orang lain, hingga akhir jaman. Kira-kira kita dapat apa dari tulisan kita itu ?

So.. Jangan pelit ilmu dan pengalaman.

Terkadang sesuatu yang sepele justru itu penolong kita.

Jadikan berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman sebagai ladang amal. Dapat pahala ya alhamdulillah, tidak dapat ya gak masalah. Karena .. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain.

..

Penutup.

Kita memiliki sifat apa dan bagaimana, tergantung hati dan pikiran kita. Biasanya hasil dari apa yang biasa kita konsumsi. Apakah konsumsi berarti makanan saja. Oh tidak. Hati dan pikiran juga mengkonsumsi. Bijak-bijaklah kita mengkonsumsi berita, informasi, kabar, dll.

Saya menulis ini bukan berarti saya sudah jadi orang yang benar, hingga timbul kata “bicara mah enak, pelaksanaan susah brother”. Saya hanya sekedar mengajak, salahkah mengajak dalam kebaikan? : Mari kita belajar sama-sama mempercantik hati.

Sebisa mungkin kita jauhkan hati dan pikiran dari sifat iri hati, dengki, sirik.
Agar.. Hati kita lapang.
Orang bilang santuy, keep smile, dan keep calm.

Sadarkah kita?

Di saat kita membicarakan kejelekan/aib orang lain, maka orang akan tahu type seperti apa kita. Secara tidak sadar kita telah menggambarkan siapa kita sebenarnya.

Ada kutipan dari KH. Zainudin MZ (Alm)

Penyakit jasmani yang diserang hanyalah dunianya saja. Paling mati.

Penyakit rohani (penyakit hati) yang diserang bukan hanya hanya dunianya saja tapi juga akhirat.

Mohon maaf lahir dan batin

Sehat selalu saudaraku.

Diterbitkan oleh Kang Guru

Kang Guru

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai